Jumat, 27 November 2009

Museum Konferensi Asia Afrika




LOKASI

Jalan : Asia Afrika No. 65 Jl. Braga Bandung
Kelurahan : Braga
Kecamatan : Sumur Bandung
Kota : Bandung
Provinsi : Jawa Barat




KETERANGAN :

Museum ini merupakan museum sejarah politik luar negeri yang berlokasi bagian timur di Gedung Merdeka Bandung, dibangun tahun 1940 oleh Arsitek A.F. Aalbers dan gaya arsitektur Modernism with Art Deco Influences. Sedangkan Gedung Merdeka sendiri dibangun untuk pertama kalinya pada tahun 1895 dan selanjutnya secara berturut-turut pada tahun 1920 dan 1928 gedung tersebut dibangun kembali sehingga menjadi gedung dalam bentuk sekarang. Pembangunan gedung ini dirancang oleh dua arsitek berkebangsaan Belanda bernama Van Gallen Last dan Cp Wolf Schoemaker, Profesor di Techniche Hogeschool atau ITB sekarang. di gedung inilah konferensi Asia Afrika berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955.
Berdasarkan gagasan dan prakarsa Prof. DR. Mochtar Kusumaatmaja, SH, Menlu RI(1978-1988) maka museum Konferensi Asia Afrika didirikan dengan surat keputusan No.194/07/80/01 dan 0185a/U/1980. Gagasan tersebut muncul menjelang peringatan KAA ke-25 tahun 1980 dan diwujudkan oleh Joop Ave, Dirjen Protokol dan Konsuler Deplu (1980-1982), bekerjasama dengan Depdikbud, Deppen, Pemda TKI Jawa Barat dan Universitas Pajajaran. Perencanaan dan pelaksanaan teknis dikerjakan oleh PT.Desenta Bandung sesuai dengan nilai aslinya. Baru taggal 24 April 1980 sebagai puncak acara peringatan KAA ke-25 diresmikan Museum KAA oleh Presiden Soeharto.
Adapun tujuan didirikan Museum konferensi Asia Afrika adalah :
1. Menyelamatkan mengumpulkan, memelihara, mengolah dan menyajikan untuk umum peninggalan-peninggalan dan informasi yang berkaitan dengan Konferensi Asia Afrika dan latar belakang serta perkembangan dari konferensi tersebut, dan bertalian dengan sosial budaya dan peranan bangsa-bangsa Asia Afrika khususnya bangsa Indonesia, dalam percaturan politik dan kehidupan manusia.

2. Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan untuk umum buku-buku, majalah, surat kabar, penerbitan lain, dokumen dan lain-lain yang berisi uraian dan informasi mengenai kegiatan dan peranan bangsa Asia Afrika dalam percaturan politik dan kehidupan dunia serta tentang sosial budaya mereka guna menunjang kegiatan-kegiatan pendidikan dan ilmiah dikalangan pemuda Bangsa Indonesia dan bangsa Asia Afrika umumnya.

3. Meunjang usaha-usaha untuk menciptakan saling pengertian dan persamaan pendapat serta meningkatkan volume kerjasama diantara bangsa. Bangsa Asia dan Afrika serta bangsa-bangsa di dunia umumnya.

4. Menunjang usaha-usaha dalam rangka pengembangan kebudayaan nasional, pendidikan generasi muda dan peningkatan pariwisata

Sumber : "Dokumentasi Bangunan Kolonial Kota Bandung" Dinas Kebudayaan dan Pariwisata provinsi Jawa Barat

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar